Jelang Hari Pramuka, SMISA Kemiri Ikuti Jambore Ranting 2025
Menjelang Peringatan Hari Pramuka Tanggal 14 Agustus 2025, SMP Islam Nurul Ulum Kemiri mengikuti Jambore Ranting Malo Tahun 2025. Kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Bupati Nurul Azizah ini berlangsung di lapangan Dusun Dukuhan, Desa Ketileng Kecamatan Malo tanggal 11--13 Agustus 2025. Dalam kesempatan tersebut, Bu Nurul-- sapaan akrab Wabup-- menyempatkan foto bersama dengan para peserta jambore SMISA Kemiri. Kedatangan Bu Nurul membuat peserta jambore antusias dan semangat dalam menjalani perkemahan tiga hari ke depan.
SMISA Kemiri mendelegasikan 2 regu putra dan putri. regu putra 13 siswa dan regu putri 14 siswa. “Pendirian tenda sudah kita dirikan Minggu kemarin dan siswa sudah dibekali pengarahan untuk membawa barang-barang penting seperti seragam pramuka, obat-obatan pribadi, dan alat solat.”, ujar Kak Malik, pembina pramuka SMISA Kemiri, setelah upacara pembukaan selesai. SMISA Kemiri berada pada deretan tenda SMP/MTs dan terpisah dari tenda SD. Kegiatan berlangsung dengan baik meski hujan deras menerpa tenda-tenda siswa tidak menyurutkan semangat dalam mengikuti perkemahan Pramuka Penggalang ini. “Kami di homestay untuk isoma saat itu tiba-tiba hujan, tenda kami aman hanya baju yang basah”, ucap salah satu siswa dengan tersenyum.
Deretan kegiatan mewarnai Jambore Ranting Malo 2025. Pentas Seni menjadi daya tarik. Masyarakat berkesempatan melihat aneka kreativitas seni peserta jambore. Meski malam itu selesai diguyur hujan lebat tak menyurutkan masyarakat dan orang tua untuk datang melihat anak mereka tampil. Para guru SMISA Kemiri pun tak ketinggalan nonton bareng malam itu. “Anak-anak menampilkan tari kreasi kebetulan saya sendiri yang make up-in mereka”, ujar Bu Mumun, guru bahasa Inggris SMISA Kemiri. Penampilan menawan dari siswa SMISA Kemiri menjadi penanda mentalitas siswa di atas panggung tak diragukan. Jambore kali ini berhasil menempa mental dan fisik mereka. Selain pentas seni, kegiatan api unggun menjadi kegiatan yang digemari siswa. Tujuan api unggun pramuka adalah sebagai simbol kebersamaan dan persatuan, untuk membangkitkan semangat, menumbuhkan karakter, serta sebagai sarana pendidikan, hiburan, dan pengembangan keterampilan para pramuka.