Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP Islam Nurul Ulum Kemiri Malo Berjalan Lancar dan Penuh Keramahan
Malo- (14/07/25) Delapan puluh satu murid baru SMP Islam Nurul Ulum Kemiri Malo menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dengan gembira dan semangat. Dengan seragam baru putih biru, mereka mengikuti upacara pembukaan MPLS dengan suka cita meski di bawah terik matahari hari pertama bersekolah. Dalam sambutannya, Kepala SMP Islam Nurul Ulum Kemiri, Ibu Ria Anjastika, S.Pd., M.Pd. menyampaikan peraturan dan tata tertib bagi warga sekolah. Pembukaan MPLS ditandai dengan pelepasan beberapa balon ke udara dengan tulisan “Semoga SMP Islam Nurul Ulum Kemiri melahirkan generasi akhlakul karimah dan bermartabat bagi bagi Masyarakat”. Dalam pada itu, sekolah swasta yang memiliki jumlah murid terbanyak ke-2 ini berharapan itu akan terwujud.
MPLS dilaksanakan selama lima hari. Materi hari pertama adalah Wawasan Wiyata Mandala dan Pengenalan Fasilitas Sekolah. Para murid dikenalkan budaya, kebiasaan, dan peraturan sekolah yang wajib mereka ketahui. SMP Islam Nurul Kemiri—yang dikenal dengan SMISA Kemiri —bersanding dengan Pondok Pesantren Ad Dahlany yang sebagian besar siswanya menimba ilmu di sana. SMP Islam Nurul Ulum Kemiri bersinergi dengan Pondok Pesantren Ad Dahlany, salah satunya adalah rutinitas solat duha dan bersalam-salaman. Para siswa diwajibkan mengikuti solat duha dan bersalaman dengan bapak ibu guru setelah solat. Hari kedua, para peserta MPLS mengenal warga sekolah termasuk guru. Mereka bertanya nama, hobi, jabatan dan meminta tanda tangan. Hal ini bertujuan agar peserta MPLS mengenal guru sejak dini. Hari ketiga, peserta MPLS dilatih baris berbaris oleh Koramil Malo. Dengan semangat, mereka mengikuti latihan itu. Pelatihan ini dimaksudkan untuk melatih kedisplinan murid serta meningkatkan kemampuan baris-berbaris saat upacara dan pramuka. Hari keempat, mereka mengikuti sosialisasi bahaya NAPZA oleh Polsek Malo. Selain itu, polsek Malo menjelaskan bahaya judi online yang menjerumuskan dalam kehidupan kelam. Hal Ini dilakukan demi mengedukasi siswa untuk memilih pergaulan yang benar. Hari terakhir, penutupan MPLS dan dilanjutkan penyerahan doorprize untuk peserta MPLS terbaik. Secara keseluruhan, MPLS berjalan dengan ramah di sekolah yang memiliki slogan “Sekolah Keren Rasa Pesantren” ini. (AHY)